Panduan menyusun halaman harga jasa: paket tier, harga mulai, apa yang termasuk, FAQ, dan CTA — agar inquiry lebih berkualitas.
Tujuan halaman harga
- Menyaring pelanggan yang budget-nya jauh di bawah
- Mengurangi chat “berapa harganya?” berulang
- Mendorong CTA konsultasi yang lebih siap
Banyak UMKM takut menampilkan harga. Akibatnya, chat penuh pertanyaan dasar dan closing lambat. Halaman harga jasa yang baik justru menghemat waktu.
Model yang mudah ditiru: 3 tier
- Basic — kebutuhan inti
- Popular / Recommended — paling sering diambil
- Premium — full service / prioritas
Sorot tier tengah. Ini pola yang sudah familiar di SaaS dan mudah dipahami pelanggan lokal.
Apa yang wajib ditulis per paket
- Nama paket yang manusiawi (bukan “Paket A/B/C” saja)
- Harga atau “mulai dari”
- Apa yang termasuk (bullet 4–7 item)
- Apa yang tidak termasuk (penting)
- Estimasi waktu
- CTA: chat untuk booking
Kalau harga sangat custom, tetap tampilkan entry price + faktor yang memengaruhi (lokasi, jumlah orang, durasi).
FAQ di bawah harga
- Apakah sudah termasuk PPN / fee?
- Sistem DP bagaimana?
- Bisa revisi berapa kali?
- Area mana saja yang dikenai charge tambahan?
Contoh framing
- “Mulai Rp150rb — harga final setelah survey singkat”
- “Paket Popular paling dipilih untuk rumah 2 lantai”
- “Butuh custom? Chat — kami buatkan penawaran”
Susun halaman harga di template Karyaku, lalu tautkan dari menu. Lihat juga contoh framing harga Karyaku dan tips copywriting.




